www.olahwarta.com

10 August 2014

Waspada MMM Indonesia, Investasi atau Penipuan?

Pradipta Karina

Waspada MMM Indonesia, Investasi atau Penipuan? - Belakangan ini di Internet, baik melalui situs-situs jejaring sosial, forum dan media-media lainnya cukup ramai di perbincangkan mengenai MMM Indonesia. MMM sendiri awalnya adalah sebuah program arisan arisan Mavrodi Mondial Moneybox yang berasal dari Rusia dan di Indonesia kemudian di adopsi dengan nama Manusia Membantu Manusia. MMM Indonesia banyak menjadi bahan perbincangan oleh para pengguna internet lantaran MMM menawarkan investasi dengan profit 30 persen setiap bulannya.

Penipuan MMM Indonesia
Gambar: tempo.co
Langsung saja tidak perlu panjang lebar, jujur saja disini saya admin Olah Warta termasuk salah satu yang menganggap MMM bukanlah sebuah bisnis investasi, namun lebih pantas kalau disebut Money Game mungkin. Dan sejak pertama kali tahu informasi tentang MMM di Internet, saya sama sekali tidak tertarik dengan tawaran-tawaran yang banyak bertebaran baik melalui jejaring sosial maupun blog-blog dan forum. Sebenarnya sebelum ada MMM di Indonesia, sudah banyak bertebaran website-website yang menawarkan program yang hampir serupa di Internet, mulai dari yang berbiaya hanya puluhan ribu hingga ratusan ribu, yang mana sistemnya adalah tidak jauh-jauh dari harus mencari member lain agar bisa mendapatkan profit.

Itu tadi pendapat singkat saya mengenai MMM, terserah anda setuju atau tidak. Namun buat yang beruntung belum turut bergabung di MMM, saya sarankan untuk tidak usah bergabung. Kalaupun anda bisa mendapatkan untung dari MMM, suatu saat kedepannya bukan tidak mungkin akan anda dapati berita mengenai orang-orang yang menderita gara-gara MMM (kalau yang jadi korban tidak malu bercerita). Dan kalau sudah begitu, apakah anda akan tetap bangga bisa mendapatkan keuntungan dari MMM sementara dipihak lain saudara anda sebangsa lainnya menderita karena MMM? Dan berikut saya sertakan informasi yang dapat anda jadikan bahan pertimbangan mengapa sebaiknya anda tidak bergabung dengan MMM Indonesia.

Celah Penipuan MMM Indonesia

Analis dari Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengingatkan adanya celah penipuan dalam arisan Mavrodi Mondial Moneybox dari Rusia. Di Indonesia, arisan ini diadopsi menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM).

Dia mencurigai adanya beberapa orang yang berperan sebagai pengelola website, tetapi menyamar sebagai anggota. Tujuannya adalah mendapatkan jatah transfer dari setiap pendaftar baru.

"Coba kumpulkan sekitar 50 orang yang mendaftar secara bersamaan, pasti masing-masing diminta mentransfer ke nama rekening yang sama. Nah, ini perlu dicurigai. Setelah ketahuan ada nama yang sama, minta saja ke bank untuk membuka siapa dia," ujarnya.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta.

Transaksi dilakukan langsung antar anggota. Setelah mendaftar, dalam waktu tiga-lima hari, anggota diminta mentransfer uang sesuai pilihan paket. Akan tetapi, uang ditransfer ke dalam rekening anggota lain yang telah ditentukan dalam sistem MMM. Sekitar satu bulan kemudian, pendaftar tersebut dijanjikan mendapat bunga 30 persen dari uang yang disetor.

Lantaran rawan penipuan, Kiswoyo menyarankan agar masyarakat tidak ikut serta dalam arisan MMM ini. Sebabnya, sistem yang diterapkan pada arisan tersebut dinilai tidak jelas dan seperti berjudi. "Seperti berjudi, bisa rugi sewaktu-waktu," katanya.

Masyarakat yang ingin berinvestasi, kata Kiswoyo, disarankan agar memilih produk yang jelas seperti reksadana, saham atau deposito di bank. "Paling mentok adalah memiliki tabungan di bank sehingga lebih aman," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.

Meski menemukan sejumlah celah, arisan tersebut belum bisa dikategorikan dalam penipuan. Pasalnya, kata Kiswoyo, pengelola tidak memaksa orang untuk mendaftar dan mentransfer sesuai permintaannya. Pendaftar bersifat sukarela untuk bergabung dan memilih paket transfer sesuai kemampuannya, yakni Rp 1-10 juta.

Walhasil, tutur Kiswoyo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bingung menentukan sikap terhadap arisan itu. "Karena arisan itu tidak jelas."

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/08/08/090598060/Begini-Celah-Penipuan-dalam-Arisan-MMM

OJK Terima 126 Aduan Soal MMM Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan sudah menerima 126 informasi pengaduan yang menanyakan status perizinan dan melaporkan investasi MMM tersebut. Aduan itu dilakukan pada Maret-Juli 2014.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, mengatakan, untuk menyelidiki laporan itu, OJK menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kerja sama ini dibutuhkan karena informasi tersebut diedarkan melalui Internet.

Kusumaningtuti berharap masyarakat tidak mudah mempercayai tawaran menggiurkan yang disodorkan lembaga investasi bodong. Ia juga meminta masyarakat agar waspada dengan mengecek keabsahan izin usaha lembaga inverstasi tersebut kepada layanan konsumen OJK melalui nomor telepon (021) 500655

Sejak OJK berdiri, kurang-lebih ada 750 perusahaan investasi yang tidak jelas dan tidak memiliki izin usaha. "Semua ini sudah kami laporkan ke Satgas Waspada Investasi."

Belakangan merebak tawaran investasi bernama Mavrodi Mondial Moneybox atau triple M yang menawarkan imbal hasil sebesar 30 persen dalam kurun waktu dua minggu. Informasi investasi ini beredar luas melalui Internet dan media sosial. Di Indonesia, lembaga investasi ini bernama Manusia Membantu Manusia (MMM).

Kusumaningtuti mengatakan Satgas Waspada Investasi OJK berwenang menindaklanjuti laporan dan informasi masyarakat mengenai penawaran investasi yang mencurigakan. "Investasi bodong itu ada yang menangani, yaitu Satgas Waspada Investasi," ujarnya dalam Seminar Nasional Strategi dan Tantangan Edukasi Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga dan UMKM di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2014.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/08/08/087598057/OJK-Terima-126-Aduan-Soal-MMM

YLKI Ogah Bantu Korban Arisan MMM

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan pihaknya tidak memfasilitasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh arisan Manusia Membantu Manusia (MMM). Pasalnya, dalam arisan tersebut tidak ada barang atau jasa yang ditawarkan dan menganut sistem multi level marketing (MLM). "Kalau ada pengaduan, ya kami terima, tapi enggak janji bakal menindaklanjuti," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Agustus 2014.

Hingga saat ini belum ada pengaduan yang masuk ke YLKI terkait investasi bodong tersebut. Sudaryatmo berpendapat bila ada pihak yang dirugikan, belum tentu mereka mau melaporkannya. "Ya, karena malu, apalagi kalau dia sebagai tokoh masyarakat," ujarnya.

Menurut Sudaryatmo, arisan MMM ini termasuk tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meski tidak jelas keberadaannya alias abu-abu. Sebab, arisan MMM itu merupakan bentuk penggalangan dana dan menjanjikan keuntungan. Seharusnya OJK lebih proaktif menertibkan investasi ilegal semacam itu sebelum ada korban yang dirugikan. "Selama ini OJK kesannya cuci tangan terhadap pelaku keuangan yang tidak berizin, padahal jelas-jelas meresahkan masyarakat," ujar Sudaryatmo.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/08/08/090598061/YLKI-Ogah-Bantu-Korban-Arisan-MMM

Catat, Arisan MMM di India Berbuntut Penipuan

Sistem arisan berantai Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia disebut Manusia Membantu Manusia (MMM) kini tengah ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Sebab, arisan ini menjanjikan imbal hasil sebesar 30 persen per bulan dari dana yang ditempatkan.

MMM tidak hanya booming di Indonesia. Di India, MMM pun dikenal sangat luas, khususnya di daerah-daerah rural alias pedesaan.

Namun demikian, arisan MMM di India menuai kasus kriminal yang menyeret pelakunya ke ranah hukum. Pada Juli tahun 2013 lalu, Badan Pelanggaran Ekonomi (EOW) kota Mumbai menangkap seorang pria asal Rusia bernama Michael Gulakhev dan Jennifer Menezes, istrinya yang berasal dari Goa, India. Pasangan tersebut ditangkap karena melalukan penipuan yang melibatkan MMM India.

"Pasangan ini mengendalikan publikasi dan koordinasi bisnis (MMM) melalui internet. Kami sudah menangkap mereka di Goa," kata seorang perwira polisi setempat, seperti dikutip dari The Times of India, Jumat (8/8/2014).

Gulakhev bekerja di MMM India sebagai penerjemah sekaligus motivator. "Dia (Gulakhev) telah menyelenggarakan beberapa kamp pelatihan dan memotivasi para investor. Setiap kali ada orang Rusia yang datang berkunjung dan menyampaikan materi, Gulakhev akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris kemudian bahasa Hindi," jelas polisi tersebut.

Sebagai buntut kasus tersebut, otoritas setempat telah membekukan lebih dari 20 rekening bank milik tersangka. "Kami berusaha mencari tahu apakah ada uang yang telah dikirim ke luar negeri," ujar salah satu sumber dari pihak kepolisian.

Sebelumnya pada bulan Juni tahun yang sama, EOW telah menangkap lima orang termasuk dua orang warga negara Rusia untuk kasus penipuan dengan melalui MMM India. Diduga, pendiri MMM Sergei Mavrodi juga ikut mendalangi kasus penipuan tersebut.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/08/100434326/Catat.Arisan.MMM.di.India.Berbuntut.Penipuan

1 comments:

  1. ulasannya jelas dan lugas mas, mengumpulkan semua berita menjadi satu halaman.

    ReplyDelete

 

Follow / Add Me

Stats